Ibu itu harus S3

Sebagai manusia, saya adalah seseorang yg spontan. Seringkali saya memikirkan alasan dr tindakan yg saya lakukan belakangan. Tapi untuk hal2 serius saya lebih suka memetakan dan mencoba menganalisanya dr jauh2 hari.
Seperti menjadi ibu contohnya, seringkali saya memikirkan, akan jadi ibu yg seperti apa saya nantinya? Karena pendidikan setinggi apapun yg pernah saya tempuh akan sia2 bila sbg perempuan saya tidak mampu mengurus keluarga kecil saya. Naudzubillah..
Role model saya untuk menjadi seorang ibu, tentu ibu saya sendiri, yg notabene adalah seorang wanita karir. Sering sekali saya membayangkan kalau saya akan kerja diluar dan anak-anak diasuh pembantu persis seperti saya dulu. Namun semakin kesini saya menyadari, bila pilihan menjadi ibu rumah tangga bisa menjadi alternatif yg menarik, bahkan lebih menarik dari menjadi wanita karir.
Beberapa kali saya melakukan observasi pada teman2 saya sendiri yg sudah berstatuskan ibu ataupun ibu dr teman2 saya sendiri.
Dari yang saya temukan, ternyata pilihan pekerjaan seorang ibu ( baik wanita karir, ibu rumah tangga, dan ibu yg bekerja dirumah) semuanya menarik. Memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri.
Namun dibalik itu, saya menemukan hal lain yang menurut saya harus kita capai supaya menjadi ibu yang tangguh apapun pekerjaannya. Menurut saya, seorang ibu itu harus mempunyai titel S3, yaitu sehat, smart, dan sholehah.
Ibu yang sehat, tentu akan memiliki kemampuan yang lebih dalam me-manage rumah tangga. Saya tidak hanya membicarakan kesehatan fisik saja, namun juga kesehatan mental. Tentunya, multitasking yg biasa dilakukan seorang ibu membutuhkan stamina prima, dan kondisi mental yg stabil. Bayangkan saja bila seorang ibu itu tidak menjaga kesehatannya, maka siapa yg menjaga suami dan anaknya? (seperti iklan sabun mandi, hehe). Atau mungkin seorang ibu itu merupakan seseorang yg gampang depresi, padahal tekanan menjadi seorang ibu, apalagi ibu rumah tangga sangat besar. Bisa-bisa seperti yg di berita kriminal, ibu membunuh anak-anaknya atau bisa juga bunuh diri. Serem kan?! Naudzubillah.
Kemudian smart, smart ini ada hubungannya juga dengan sehat. Karena menjaga kesehatan fisik dan mental seluruh keluarga itu ada ilmunya. Dibutuhkan pengetahuan yg cukup untuk melakukan hal tersebut. Ilmunya bisa didapat dari buku atau dari pengalaman. Sama saja. Kemampuan adaptasi pada suatu kondisi dan memberikan reaksi yg cepat dan tepat sangat dibutuhkan saat menjadi seorang ibu. Apalagi ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Karenanya seorang ibu itu harus pintar dan jeli, harus selalu punya kemampuan belajar agar selalu dapat memberikan solusi2 atas permasalahan yg biasa dihadapi keluarga.
Tanpa maksud meremehkan, point yg terakhir adalah Sholehah. Tentunya setiap manusia yg memiliki kepintaran dan harta yg banyak, hidupnya tidak bisa seimbang bila tidak memiliki ketakutan pada Dzat Yang Maha Tinggi, yakni Allah SWT. Sama seperti seorang ibu, keinginannya untuk mendapatkan kasih sayang Allah SWT yg mampu membuatnya memiliki kesabaran yg berlimpah-limpah dalam menghadapi setiap ujian yg dialami keluarganya. Saya memiliki beberapa teman, yang ibunya tetap tenang, sabar dan tersenyum saat menghadapi ujian apapun. Bahkan pada level ujian, yg mustahil bagi saya untuk tidak menangis. Setelah lama saya perhatikan atau berbincang dengannya, ternyata memang keyakinan mereka bahwa kelak Allah SWT akan mengganti kesabaran mereka dengan sesuatu yg lebih baik-lah yg sanggup membuat mereka bersabar sedemikian. Dan setelah saya renungkan lagi, bila memang seorang ibu itu tempat belajar pertama bagi putra-putrinya, maka seorang ibu yg sholehah, yg tekun menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya lah yang pantas mengajarkannya. Darimana seorang ibu bisa mengajarkan untuk tunduk dan percaya pada Allah SWT sedangkan dia tidak melakukan? Atau darimana seorang ibu bisa menyuruh anaknya sholat, puasa, berbuat jujur, bersikap kasih sayang pada sesama padahal dia sendiri tidak mencontohkan? Tidak masuk akal bukan?!
Dengan ketiga point yg sudah saya sebutkan tadi, saya jadi merasa, tidak masalah bagi saya menjadi wanita karir, ibu yg bekerja di rumah, atau murni sebagai ibu rumah tangga. Sebab selama saya selalu menjaga kesehatan saya, menambah dan memperkaya ilmu-ilmu yg saya miliki serta menjadikan iman dan taqwa saya kepada Allah SWT sebagai pusat dari segalanya, maka saya tidak akan khawatir dengan kapabilitas saya sebagai seorang ibu nantinya.
Sekarang, berhubung saya masih sendiri, saya mempersiapkan diri saya dengan ketiga hal tadi, sambil mencari-cari kira-kira jadi ibu yg seperti apa saya cocoknya.
Salam sayang saya untuk setiap ibu yang ada di muka bumi, may Allah bless you wherever you are. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s