Posted in March 2012

Missing Taiwan (part 2)

Di lab, international student selain saya, ada juga Pak Trijoko dan Pak Supani (keduanya adalah dosen saya semasa kuliah S1 di ITS) tapi di semester berikutnya datanglah Indra dari UK Petra, kemudian Nha, Son, Tien, Trang dan Mai dari Vietnam. Kami semua cukup akrab dan suasana lab jadi ceria karenanya. Teman-teman lokal seperti Alice, Wen, … Continue reading

Missing Taiwan (part 1)

Lunch box saya hari ini isinya adalah sarden, ayam dan sisa lontong balap kemarin. Setelah sekian suap nasi plus sarden, ingatan saya terbang ke masa-masa setahun yang lalu ketika saya berkesempatan belajar di Taiwan selama setahun untuk menyelasaikan Dual Degree Master Program di National Taiwan University of Science and Technology. Memori-memori yang manis berkelebat di … Continue reading

Tour de PNU-welcoming spring

Hari ini saya melarikan diri karena nggak betah “dikandangin” di lab terus. Hehe. Mumpung lagi cerah, mumpung suhu dua digit, dan mumpung lab lagi kosong, saya memutuskan untuk jalan2 keliling kampus. Hiking lebih tepatnya, karena jalanannya memang mendaki dan menurun, serta disana sini banyak pohon dan sungai, yg membuat pemandangan semakin kelihatan seperti hutan. Jadi … Continue reading

Sayang Kucing,,

Re-post dari salah seorang teman di Grup FB Indonesian Muslim Association in Korea (IMUSKA) namanya Ali Fahmi Perwira Negara Saya dapat artikel tentang kucing sbb: Kita mungkin pernah denger kalau Nabi suka banget sama kucing, tapi emg nabi sayang semua binatang dan mereka semua diperlakukan mulia. Bnyk kisah2 ttg kucing (karena kucing memang binatang yang banyak … Continue reading

Tentang Mama

Hari ini, saya ingin menuliskan hal yang sangat sulit saya tulis dan saya bahas beberapa tahun belakangan ini. Mama. Ya, Mama. Mama saya adalah seorang wanita sederhana dengan kehidupan sederhana yang bisa ditiru. Mama saya, adalah seorang kelahiran Solo, Jawa Tengah, yang kental dengan adat, budaya, dan kehalusan budi pekertinya. Seorang wanita bertubuh kurus, kecil … Continue reading

Tidak untuk ditulis

Seperti dingin, bukan es, namun dingin. Yang bisa kau rasai hadirnya, namun tidak dapat kau sentuh. Seperti dingin, bukan es, namun dingin. Yang hadir seketika dan bertahan hingga lama. Seperti itulah pojok-pojok didalam bilik hati. Yang gelap, dan tidak untuk dipertontonkan. Ada sedih yang menusuk. Ada air mata yang membeku. Ada cinta yang terbungkam. Ada … Continue reading