Tidak untuk ditulis

Seperti dingin, bukan es, namun dingin.
Yang bisa kau rasai hadirnya, namun tidak dapat kau sentuh.
Seperti dingin, bukan es, namun dingin.
Yang hadir seketika dan bertahan hingga lama.
Seperti itulah pojok-pojok didalam bilik hati.
Yang gelap, dan tidak untuk dipertontonkan.
Ada sedih yang menusuk.
Ada air mata yang membeku.
Ada cinta yang terbungkam.
Ada sesal yang tidak pernah padam.
Seperti dingin, bukan es, namun dingin.
Yang mampu kau rasa dari luar kulitmu namun tidak mampu kau ukir
Sedemikianlah rasa-rasa ini, yg cukup saja disimpan.
Tidak untuk dikatakan
Tidak untuk ditulis

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s