Tour de PNU-welcoming spring

Hari ini saya melarikan diri karena nggak betah “dikandangin” di lab terus. Hehe. Mumpung lagi cerah, mumpung suhu dua digit, dan mumpung lab lagi kosong, saya memutuskan untuk jalan2 keliling kampus. Hiking lebih tepatnya, karena jalanannya memang mendaki dan menurun, serta disana sini banyak pohon dan sungai, yg membuat pemandangan semakin kelihatan seperti hutan.
Jadi pada dasarnya orang korea itu suka hiking, dari anak kecil sampe orang dewasa semuanya suka hiking

image

Mungkin karena itulah mereka mempertahankan landscape kampus dan tidak membuatnya datar seperti kampus umumnya. Di sebelah kanan gedung 401 (gedung lab saya) ada trotoar yg penuh dg rimbun pepohonan dan nyaman sekali dibuat jalan pada cuaca seperti ini (walau saya lebih suka bila cuaca lebih hangat lagi)

image

Dan dihari sabtu seperti ini umumnya memang sepi dari riuh ramai para mahasiswa atau bisingnya kendaraan bermotor. Jadi area kampus banyak dimanfaatkan oleh orang-orang yg ingin jalan-jalan menghapus penat dan mengusir stres (seperti saya).
Pepohonan dan bebatuan yg unik dibiarkan natural begitu saja

image

Malah di beberapa tempat, sengaja dibuat datar agar bangku taman bisa ditaruh ditengah-tengah hutan buatan. Kata tour guide saya, biasanya bangkunya dipakai piknik dan makan siang bila cuaca lebih hangat.

image

Asyik kaann??!!
Nah, lanjut ke perjalanan berikutnya. Banyak humor di kalangan teman-teman Indonesia di PNU yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari disini. Ada yang mendapat gelar “Walikota Busan”, ada yang dapet gelar “omma”(bahasa koreanya ibu) dan ada sebutan “tingkatan langit” untuk menyebut lokasi gedung di PNU. Jadi kalau misalkan gedung saya, bernomorkan 401, itu berarti gedung saya ada di langit ke 4. Dan kondisinya memang gedung saya lebih tinggi dari gedung yang bernomor 313 (langit ke 3) atau 210 (langit ke 2). Istilah yang unik bukan? Dan hari ini saya memutuskan untuk mendaki ke tingkatan langit berikutnya. Setelah berjalan beberapa ratus meter, akhirnya sampailah saya di langit ke 6 (langit ke 5 dilewatin karena pemandangannya biasa saja). Baru saja saya mencapainya, terdengar tiupan seruling dari dalam gedung yang mirip seperti alunan musik asal sulawesi. Penasaran, ternyata gedung ini adalah jurusan “Korean traditional music”. Saya cukup terkagum-kagum dengan apa yang saya temukan, pasalnya 6 tahun saya berkecimpung di dunia kampus yang nggak ada jurusan lain selain teknik dan sains.

image

Tapi tentu bukan subyek perkuliahan yg ingin saya bahas disini, melainkan apa-apa saja yang saya temukan disekitar langit ke-6 ini. Saya menemukan ini.

image

Klasik sekali. Musik tradisional korea, kolam ikan (sepertinya) dan gazebo sebagai tempat untuk menikmati pemandangan. Pemandangan di sekitarnya pun lebih menyenangkan lagi.

image

image

Kemudian mendaki lagi, memasuki tingkatan langit selanjutnya. Jalan buatan ini membuat saya seperti sedang berpetualang di dalam hutan.

image

image

Betapa biru langit, betapa sejuk udara, baru terasa betapa menyenangkannya tinggal disini. Mungkin cuaca yang mendung, dingin yang berkepanjangan membuat saya sudah kalah dulu secara mental dan lupa untuk bersyukur sebanyak-banyaknya dimana saya sekarang, apa yang sudah saya raih serta apa yang sedang saya kerjakan. Sambil merenungkan hal tersebut, saya meneruskan petualangan bersama tour guide saya. Kemudian saya menemukan ini

image

Yap! Buat yang pernah lihat sebelumnya, pasti tahu ini apa. Bahasa inggrisnya “cherry blossom” dan dalam bahasa jepang disebut “sakura”. Ini sakura. Histeria menyerang, saya berada di kampus yang ada sakuranya. Lama sekali saya berburu foto di pohon ini, sampai-sampai malu dilihat sama orang lokal. Kenyang dan pohon sakura ini, saya melanjutkan perjalanan dan akhirnya menyadari bahwa pohon sakura tadi bukan satu-satunya. Banyak sekali bertebaran pohon sakura di kampus ini. Wah, benar-benar tidak sabar menunggu musim semi, cantik sekali pasti.
Melanjutkan perjalanan ke langit teratas, nampaknya tidak ada pemandangan lagi selain gunung di belakang kampus dan gedung-gedung lain.

image

Capek jalan? Tentu saja, walaupun saya pernah hiking dan suka traveling, bukan berarti saya manusia yang kuat jalan, hehe. Karena sepulangnya kami ingin belanja di toko dekat Metro station, kami pun memutuskan untuk naik bus yang rutenya memang PNU-PNU station.

image

Dengan biaya 800 won dengan menggunakan MyBi card atau 550 won bila punya receh, akhirnya kami “turun gunung” dengan memakai bus. Demi mendapatkan pemandangan bagus lainnya saya rela duduk di belakang sendiri. Kondisi dalam busnya standar sih,

image

Dan kami pun turun dengan mengelilingi kampus. Saya baru tahu kalo ada parkiran yang mirip di mal-mal di Surabaya seperti ini

image

Melewati perpustakaan

image

Melewati lapangan olahraga dan mal kampus (ya, kampus saya punya mal yang isinya barang mahal semua :D)

image

(mohon maaf, foto ini diambil dari angle yang berbeda dari rute saya naik bus. Bangunan di sebelah kiri itu mal dan yang saya foto ini lapangan olahraga)
Dan ini beberapa pemandangan jalanan sepanjang kampus sampai perhentian terakhir bus yang saya naiki.

image

image

Dan usai saya berbelanja di toko dekat Metro station, saya pun pulang dengan berjalan kaki. Jauh sih, sekitar 1-1,5 km dari stasiunnya. Tapi cukup menyenangkan pemandangannya, sehingga jalan sejauh apapun tidak terasa.

image

Yah, walaupun cuma putar-putar kampus sebentar, mudah-mudahan sumpeknya sudah pergi. Mellow bin galaunya terbang tinggi, jadi besok-besok kerjanya semangat lagi.

image

Salam hampir musim semi walo masih dingin

-Ludi-

Advertisements

6 thoughts on “Tour de PNU-welcoming spring

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s