When will my life begin?

Pernah lihat film disney yang berjudul “Tangled”? Film tersebut menceritakan tentang seorang putri yang bernama Rapunzel yang memiliki rambut yang sangat panjang dan ajaib. Di film, tokoh tersebut menyanyikan lagu “when will my life begin?” yg menggambarkan betapa inginnya dia untuk keluar dari menara yang mengurungnya dan memulai kehidupan yg sebenarnya.


Saya menyukai lagu ini, dan selalu ada di playlist harian saya di lab. Saya menyukainya karena lagu ini begitu paradoks. Dalam lagu ini si penyanyi bercerita apa saja yang dia lakukan dari pagi hingga mau tidur, dan masih tetap menanyakan “when will my life begin?”
Sudah terasa dimana paradoksnya?
Sama seperti manusia pada umumnya, yang ketika masih belum bersekolah menanyakan, kapan saya bisa bersekolah, kemudian ketika sudah bersekolah menanyakan kapan saya lulus dan bekerja, dan ketika sudah mapan,kapan saya berumah tangga dan memiliki anak. Seolah-olah kehidupan yang sebenarnya baru dimulai ketika semua “seandainya” itu terjadi. Kalau seperti itu, memang sekarang ini ngapain aja?
Jangan jauh-jauh mencontohkan.orang lain. Saya sendiri misalkan, selalu berangan-angan, kapan bisa lulus dan bekerja, padahal yang sudah saya lakukan 3 tahun belakangan adalah hal tersebut. Bekerja, mencari uang, bermanfaat bagi orang lain adalah cita-cita yang selama ini tidak saya sadari sedang saya lakukan. Dan saya terus saja bertanya, kapan kehidupan saya yang sebenarnya dimulai? Lucu bukan.
Bersyukur. Itu aspek yang penting dan paling sulit untuk saya lakukan. Betapa banyaknya yang saya dapat, dan betapa sempitnya hati saya untuk mensyukurinya. Itulah yang terjadi ketika saya mengeluh dan mempertanyakannya. Sudah banyak pengandaian yang ekstrim tentang rasa syukur, seperti orang-orang yang sakit, miskin dan kelaparan, atau saudara-saudara kita yang tengah dilanda perang. Akan saya ambil satu yang insya Allah dekat dengan genre umur saya. Pasangan. Ya, umur 20 tahunan memang umur yg produktif, sehingga rata-rata sudah memulai “kehidupan” berpasang-pasangan. Apa yang terjadi dengan yang belum memiliki pasangan atau malah baru ditinggal pacar? Sedih, meratapi nasib, iri, desperate, sebut saja. Dan rata-rata merasa bahwa kehidupan yang baru akan dimulai ketika sudah memiliki pasangan yang baru atau minimal sudah totally melupakan yang lama. Nah, padahal kehidupan itu ya jalan terus. Waktu nggak bisa diputar balik. Seperti halnya kesenangan, maka kesedihan pun bagian dari hidup kita. Dan seperti halnya berpasangan maka kesendirian pun adalah bagian dari kehidupan kita. Mana bisa hidup di pause sebentar dan setelah siap di-play lagi.

Intinya, jangan menghentikan hidup yang berharga atau menunggu saat yang tepat untuk memulai babak baru yang diinginkan. Karena hidup sudah dimulai dari kemarin dulu. Mari kita lanjutkan kehidupan dengan sikap optimis dan semangat yang baru. Merasa sedang dibawah, ayo semangat untuk menambah kualitas hidup agar lebih berharga. Sedang diatas? Ya jangan lupa bersyukur agar tidak sombong dan merasa yang paling benar.
Apakah tujuannya jangka pendek (untuk dunia saja) atau jangka panjang (sampai akhirat, bagi org2 yang mengimani akhirat seperti saya), jangan patah semangat dan bertanya-tanya kapan mulainya atau kapan sebaiknya dimulai. Karena waktu tidak pernah sudi menunggu. Mari dimanfaatkan sebaik-baiknya. Terus mengisi dengan kegiatan bermanfaat dan perbaiki terus bila ada kekurangan.
“.., i wonder when will my life begin?” (when will my life begin, mandy moore)

“Demi waktu. Sesungguhnya manusia berada dalam suatu kerugian” (Al-Ashr, 1 dan 2)

When will my life begin? Oh my, it’s already started. Let’s run..

Salam ahad siang yg dingin

-Ludi-

Advertisements

3 thoughts on “When will my life begin?

  1. when will my life begin???
    kapan ya aku bisa lulus dan mengakhiri semuanya…. [perasaan galau saat di lab.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s