Tentang Sakit Maag

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakaatuh,

Tulisan kali ini sebenarnya supaya lebih mudah mendokumentasikan beberapa data dan fakta mengenai penyakit yang saya derita saat ini. Bukan penyakit berat kok, dan seperti kebanyakan orang saya pun meremehkannya. Penyakit ini disebut maag atau dyspepsia (dokter saya di Busan menyebutnya gastritis). Saya baru tahu bila ternyata sakit maag itu ada dua macam yaitu sakit maag fungsional, yang biasa diderita oleh masyarakat, dan sakit maag organik, yaitu sakit maag yang disebabkan oleh bakteri. Penjelasannya bisa dilihat lengkap di www.ahlinyalambung.com (powered by salah satu merk obat maag di Indonesia) namun untuk mempersingkat dan informatif, akan saya rangkum di blog ini. Ok, let’s start it!

Sakit Maag Fungsional

Sebab:

  • Peningkatan asam lambung yang berlebihan karena makanan dan minuman tertentu, jadwal makan tidak teratur dan stress fisik dan psikis.
  • Naiknya cairan empedu dari usus dua belas jari menuju lambung bahkan dapat naik sampai kerongkongan sehingga mengganggu dan merusak dinding lambung.
  • Motalitas atau pergerakan lambung akibat lambatnya kontak antara makanan dengan cairan lambung.
  • Ukuran perut yang mengembang karena perubahan fungsional sistem pencernaan.

Sakit Maag Organik

Sebab:

  • Adanya kuman Helicobacter pylori (H Pylori) yang hidup di lambung. Kuman ini dapat menyebabkan merah-merah pada dinding dalam lambung, tukak pada lambung dan usus dua belas jari dan juga tumor pada lambung.
  • Penggunaan obat-obatan seperti obat rematik, penghilang nyeri dan pengencer darah.

Sakit Maag Organik hanya bisa diketahui dan dipastikan melalui hasil endoskopi saluran cerna atas. Biasanya dari hasil tersebut akan ditemukan tukak pada lambung dan atau usus dua belas jari, polip atau tumor ganas. Walaupun secara statistik adanya tumor pada saluran cerna bagian atas ditemukan kurang dari 1 %, namun tetap harus diwaspadai adanya kemungkinan kanker lambung pada pasien dengan keluhan ini.

Saya memang sudah menderita penyakit ini sejak SMA, dan menjalani beberapa pemeriksaan di Indonesia. Alhamdulillah, tidak ditemukan tanda-tanda adanya Sakit Maag Organik. Namun ketika saya di Taiwan, hasil pemeriksaan endoskopi menunjukkan bahwa hanya ada kemerahan di lambung namun tidak ditemukan tukak atau ulcer. Sehingga saya hanya diberi obat pereda sakit maag saja. Ketika penyakit tersebut kambuh kembali di Korsel, dokter yang menangani saya melakukan prosedur yang sama seperti ketika di Taiwan. Dari hasil pemeriksaan Gastrokopi ditemukan ulcer pada usus dua belas jari saya, dan sesuai prosedur dilakukan biopsi pada ulcer tersebut untuk mengecek apakah ulcer tersebut disebabkan oleh bakteri H Pylori atau tidak. Dan Alhamdulillah, ternyata hasilnya negatif. Sebagai informasi tambahan, umumnya penduduk Korsel yang mengalami penyakit seperti saya hasil pemeriksaan bakteri H Pylori nya akan positif. Hal ini disebabkan karena kebiasaan makan mereka yang kurang higienis. Jadi, mohon perhatikan kebersihan makanan dan alat makan anda, terlepas apakah anda menderita penyakit ini atau tidak.

Karena penyakit ini kambuh kembali dan hasil pemeriksaan cukup membuat saya waspada, maka saya dianjurkan untuk mengatur pola makan. Dalam website ini juga dapat ditemukan makanan dan minuman yang harus dihindari, agar maag tidak bertambah parah. Saya tulis disini, supaya sewaktu-waktu saya lupa atau ragu saya bisa dengan mudah mengeceknya (Tapi kalau panjenengan semua juga mau, nggih monggo dibaca). Makanan dan minuman tersebut adalah:

  1. Makanan dan minuman yang banyak mengandung gas dan terlalu banyak serat, seperti  sawi, kol, nangka, pisang ambon kedondong dan buah yang dikeringkan.
  2. Minuman bersoda dan minuman yang merangsang asam lambung seperti: kopi, minuman yang mengandung alkohol antara 5-20%, anggur putih, sari buah sitrus, susu.
  3. Makanan berlemak, kue tart, coklat dan keju. Karena makanan tersebut sulit dicerna dan dapat memicu peningkatan asam lambung.
  4. Makanan yang secara langsung merusak dinding lambung yaitu makanan yang mengandung cuka dan pedas, merica dan bumbu yang merangsang.
  5. Makanan yang melemahkan klep kerongkongan bawah sehingga menyebabkan cairan lambung dapat naik ke kerongkongan seperti alkohol, coklat, makanan tinggi lemak, gorengan.
  6. Permen, permen karet dan merokok. Karena kegiatan tersebut juga dapat meningkatkan gas di dalam lambung.

Bisa dimengerti mengapa sakit maag saya bertambah parah saat di Korsel. Karena saya suka sekali mengonsumsi strawberry dan kiwi (yang walaupun disini rasanya manis tapi tetap asam buat perut), selalu mengonsumsi jus jeruk untuk asupan vitamin C, suka makan kue, dan sering makan kimchi (dimana bahan dasarnya adalah sawi putih, cabai dan cuka. Tapi pada dasarnya banyak makanan Korsel yang berbumbu pedas). Ulcer di dalam perut saya memaksa saya untuk menghindari makanan-makanan di atas, paling tidak selama dua bulan masa pengobatan (atau lebih, bila oleh dokter dianjurkan untuk menghindari makanan-makanan tersebut lebih lama lagi). Selain itu dokter juga menyarankan untuk mengurangi garam supaya tidak memperparah luka akibat ulcer tersebut. Jadi, sejak awal pengobatan, sehari-hari saya hanya makan makanan yang lunak, tidak berlemak dan minim garam. Entah sudah turun berapa kilo, yang jelas, setelah dua minggu pengobatan, rasanya badan saya lebih susut. Hehe 😀

Adapun sakit maag ini memiliki beberapa gejala, yang kesemuanya pernah saya alami, dan tentu saja, cenderung saya abaikan. Untuk melengkapi tulisan ini, akan saya kutip gejala-gejala yang sudah ditulis dalam website ini.

“Rasa Perih pada lambung/pada ulu hati merupakan hal yang sering disebut sebagai sakit mag. Faktanya, gejala sakit mag tersebut tidak harus terasa perih dulu. rasa tidak nyaman pada lambung/ulu hati yang dibarengi dengan mual atau kembung dan sering sendawa atau cepat merasa kenyang juga merupakan gejala sakit maag”, demikian yang pernyataan oleh Dr.Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH,MMB (Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM) dan Dr Helmin Agustina Silalahi yang tertulis dalam website ini.

Seingat saya, gejala awal yang sering saya alami adalah kembung serta banyak sendawa. Beberapa kali saya salah merespon dan menganggap hal tersebut hanya masuk angin biasa. Tentu saja, mengoleskan minyak kayu putih atau minum minuman hangat tidak menyelesaikan masalah, malah bisa memperparah bila ternyata kita meminum minuman yang merangsang asam lambung. Mungkin beberapa dari anda ada juga yang melakukan apa yang pernah saya lakukan tadi 😀 oleh karena itu, berikut saya rangkum gejala-gejala sakit maag dan penjelasannya:

Sendawa (burping/belching)
Timbulnya suara tersebut disebabkan oleh getaran udara / gas pada katub kerongkongan saat keluarnya gas. Hal ini merupakan hal yang sangat umum bisa terjadi pada siapa saja, dan merupakan usaha untuk melepaskan udara yang terperangkap di lambung yang biasanya menimbulkan ketidak nyamanan di saluran cerna.

Sebab:
– Makan/minum terlalu cepat
– Menelan udara
– Minum minuman berkarbonasi
– Obat-obatan tertentu seperti metformin
– Orang yang sedang cemas
– Jika disertai gejala-gejala dispepsia merupakan salah satu tanda penyakit maag

Kembung

Untuk memahami kembung ada 2 hal yang harus diketahui:

  1. Gejala/bloating: merupakan perasaan (subyektif) perut seperti lebih besar dari normal, jadi merupakan suatu tanda atau gejala ketidaknyamanan, merupakan hal yang lebih ringan dari distention.
  2. Tanda/distention: merupakan hasil pemeriksaan fisik (obyektif) dimana didapatkan bahwa perut lebih besar dari normal, bisa didapatkan dari observasi saat menggunakan baju jadi  kesempitan dan lambung jelas lebih besar dari biasanya

Ada 3 hal yang dapat menyebabkan membesarnya ukuran perut dan harus dibedakan, yaitu air,udara, dan jaringan dalam perut.

Kembung dibedakan menjadi 2 bagian yaitu:

  1. Berkelanjutan, biasanya akibat adanya massa atau pembesaran organ dalam perut seperti tumor, cairan asites), atau jaringan lemak (kegemukan)
  2. Sementara/hilang timbul , yang berhubungan dengan peningkatan gas atau cairan dalam lambung, usus halus maupun usus besar.

Penyebab kembung:

  1. Produksi gas yang berlebihan
    Produksi gas yang berlebihan biasanya disebabkan oleh bakteri, melalui 3 mekanisme. Pertama, jumlah gas yang dihasilkan oleh setiap individu tidak sama sebab ada bakteri tertentu yang menghasilkan banyak gas sementara yang lainnya tidak. Kedua, makanan yang sulit dicerna dan diabsorbsi di usus halus menyebabkan banyaknya makanan yang sampai di usus besar sehingga makanan yang harus dicerna bakteri akan bertambah dan gas yang dihasilkan bertambah banyak. Contohnya adalah pada kelainan intoleransi laktosa, sumbatan pancreas, dan saluran empedu. Ketiga, karena keadaan tertentu bakteri tumbuh dan berkembang di usus halus dimana biasanya seharusnya di usus besar. Biasanya hal ini berpotensi meningkatkan flatus (buang angin/kentut)
  2. Sumbatan mekanis
    Sumbatan dapat terjadi di sepanjang lambung sampai rectum, jika bersifat sementara dapat menyebabkan kembung yang bersifat sementara. Contohnya adalah adanya parut di katub lambung yang dapat mengganggu aliran dari lambung ke usus.  Sesudah makan makanan bersama udara tertelan, kemudian setelah 1-2 jam lambung mengeluarkan asam dan cairan dan bercampur dengan makanan untuk membantu pencernaan. Jika terdapat sumbatan yang tidak komplit makan makanan dan hasil pencernaan dapat masuk ke usus      dan dapat mengatasi kembung. Selain itu kondisi feces yang terlalu keras juga dapat menjadi sumbatan yang dapat memperparah kembung.
  3. Sumbatan fungsional
    Yang dimaksud sumbatan fungsional adalah akibat kelemahan yang tejadi pada  otot lambung dan usus sehingga gerakan dari saluran cerna tidak      baik yang menyebabkan pergerakan makanan menjadi lambat sehingga terjadi kembung. Hal ini bisa terjadi pada penyakit gastroparesis, irritable bowel syndrome(IBS) dan Hirschprung’s. Selain itu faktor makanan seperti lemak juga akan memperlambat pergerakan makanan, gas, dan cairan ke saluran cerna bawah yang juga berakibat kembung. Serat yang digunakan untuk mengatasi sembelit juga dapat menyebabkan kembung tanpa adanya peningkatan jumlah gas, namun adanya kembung ini disebabkan oleh melambatnya aliran gas ke usus kecil akibat serat.
  4. Hipersensitifitas saluran cerna
    Beberapa orang ada yang memang hipersensitif terhadap kembung , mereka merasakan kembung padahal  jumlah makanan, gas, dan cairan di saluran cerna dalam batas normal, biasanya bila mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak.

Flatus/Kentut
Flatus merupakan keluarnya gas dalam saluran cerna melalui anus yang bersumber dari udara yang tertelan atau hasil produksi dari bakteri. Namun terjadinya flatus lebih sering diakibatkan oleh produksi dari bakteri di saluran cerna  atau usus besar berupa hidrogen dan atau methan pada keadaan banyak mengkonsumsi kandungan gula dan polisakarida. Contoh gula adalah seperti laktosa (gula susu) , sorbitol sebagai pemanis rendah kalori, dan fruktosa pemanis yang biasanya digunakan pada permen dan minuman.

Zat tepung  juga sering menjadi sumber gas, kandungan polisakarida dari gandum, kentang, jagung dan beras. Beras menghasilkan gas yang relatif lebih sedikit dibanding yang lainnya. Zat tepung dari padi-padian yang belum diproses menyebabkan lebih banyak gas dibandingkan dengan biji-bijian yang sudah mengalami proses karena kandungan seratnya masih utuh, dimana serat merupakan bahan yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan namun akan dimetabolisme oleh bakteri sehingga menghasilkan gas.

Banyak mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan  yang mengandung selulosa tidak menghasilkan banyak gas sebab selulosa  dimetabolisme sedikit oleh bakteri, kecuali jika buah atau sayuran tersebut mengandung lebih banyak gula atau polisakarida dibanding selulosa. Gas tertelan dalam jumlah wajar tidak dapat dihindari dan gas dari hasil produksi bakteri juga akan terus berlangsung namun secara fisiologis gas itu akan dikeluarkan dari saluran cerna melalui flatus dengan mekanisme kontraksi otot usus untuk menghindari menumpuknya gas di saluran cerna. Gas juga dapat diserap ke aliran darah dan akan dikeluarkan melalui pernafasan.

Gas tertelan dalam jumlah wajar tidak dapat dihindari dan gas dari hasil produksi bakteri juga akan terus berlangsung namun secara fisiologis gas itu akan dikeluarkan dari saluran cerna melalui flatus dengan mekanisme kontraksi otot usus untuk menghindari menumpuknya gas di saluran cerna. Gas juga dapat diserap ke aliran darah dan akan dikeluarkan melalui pernafasan.

Cukup panjang ya, penjelasan mengenai gejala-gejala sakit maag. Karena lambung tidak boleh kosong terlalu lama, maka biasanya saya dianjurkan untuk ngemil setiap satu atau dua jam sekali. Dan tentu saja, camilannya tidak boleh yang mengandung bahan yang dapat meningkatkan gas atau asam lambung. Biasanya sih pilihan saya jatuh pada biskuit gandum atau biskuit marie kalau di Indonesia. Kemudian biasanya saya dianjurkan untuk mengurangi dan kalau bisa menghilangkan kebiasaan makan ala militer saya (baca: makan super cepat).

Walaupun tidak enak, namun saya bersyukur saya diberi penyakit ini oleh Allah SWT. Karena saya jadi lebih hati-hati dan menambah pengetahuan supaya hidupnya lebih sehat. Kalau nggak “kotor” nggak belajar!

Salam-ayok-jaga-kesehatan-lambung

-Ludi-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s