Mengajar kelas komputer (padahal saya anak sipil)

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakaatuh,

Busan diguyur hujan deras sejak jum’at malam sampai hari ini (senin, 16 juli 2012), Alhamdulillah. Karena disana sini banyak terdapat “good spot” untuk berdo’a. Tak terkecuali Ahad lalu saat saya harus mengajar kelas komputer untuk mbak-mbak Keputrian Pumita yang mayoritas adalah pahlawan devisa. Perlu diketahui, bahwa pengalaman mengajar saya sangat minus, karena sejauh ini saya lebih sering jadi pelajar ketimbang jadi pengajar (ketahuan deh hobinya apa). Jadi bayangkan saja nervous-nya saat resmi menerima amanah ini. Bukan hal yang luar biasa sulit sih, tapi bagi saya, pertama kali itu pasti sulit (haha, mindset yang aneh). Karena itulah, saya mempersiapkan modul dari jauh-jauh hari. Dua bulan sebelum mengajar (jauh ya?!). Dan setiap teringat lagi tugas tersebut di sela-sela aktifitas saya, saya langsung deg-degan, seperti mau ketemu calon mertua ūüėÄ

Dan ketika saat mengajar itu datang, rasanya sudah maju mundur saja. Mana hujan deras nggak berhenti-berhenti turun seolah mau menguji, apakah saya masih ingin berangkat atau tidak. Sempat sangsi, apakah ada yang datang atau nggak. Alhamdulillah, ibu ketua meyakinkan saya untuk tetap berangkat. Bagaimanapun ini ibadah. Imbalannya jauh lebih berharga ketimbang emas setinggi gunung, kalau hatinya ikhlas. Berbekal Basmallah, pasrah, dan nekad menembus hujan, akhirnya saya berangkat didampingi Riska dan Nene. Sesampainya di masjid, baju dan jilbab basah semua, padahal bawa payung dan naik taksi. Merasa kasihan melihat kami kebasahan, Mbak Arike dan Mbak Attin mencarikan baju ganti yang tersedia di loker keputrian supaya saya bisa mengajar dengan nyaman dan tidak kedinginan.

Jam 2 siang lebih sedikit, kelas komputer pun dimulai. Alhamdulillah, banyak yang datang dan mereka semua antusias dalam mengikuti kelas saya. Ada Mbak Arike, Mbak Novi, Mbak Oki, Mbak Tami, dan Mbak Azizah. Walaupun “blog” adalah benda baru bagi mereka, dan mereka sulit mengikuti, namun keinginan mereka untuk belajar demi meningkatkan kualitas diri membuat saya terharu dan senang sekali dengan kesempatan ini. Dan Alhamdulillah, dua asisten saya sabar dan telaten mendampingi mereka belajar.

Usai kelas, kami pun makan bersama (fyi, Setiap Ahad mbak-mbak keputrian menjual masakan Indonesia yang mereka buat sendiri dan hasilnya untuk kegiatan PUMITA) dan ditutup dengan Sholat Ashar berjamaah di lantai 3 masjid Al-Fattah. Hari masih hujan dan kami tetap kebasahan, ketika akhirnya kami bertiga pulang ke rumah, namun demikian, kami mengakhiri hari dengan rasa puas dan penuh syukur. Semoga mbak-mbak yang belajar juga demikian.

Rasulullah bersabda: “Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim” [HR. Ibnu Majah, no:224, dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani di dalam Shahih Ibni Majah]

Bagi saya, ilmu itu seperti rizki, yang apabila dibagi tidak akan bisa habis, namun malah bertambah berkali-kali lipat, dan dapat bonus berupa pahala. Aamiin.

*NB: maaf, ndak ada gambar yang bisa disisipkan ūüėõ

Salam-semangat-belajar-walau-hujan-terus

-Ludi-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s