Behind The Scene of “Sexy Tteok”

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakaatuh

Tulisan berikut ini bukan menjelaskan keahlian saya memasak, bukan juga karena saya tiba-tiba ingin menurunkan resep. Tulisan ini, murni saya pasang karena saya punya foto lengkap dari bahan baku sampai finishing makanannya. Hihi, narsis kah? Boleh deh, demi mengenang serunya kami memasak di kontrakan.

Baiklah, makanan ini saya namakan Sexy Tteok (baca: Seksi Tok). Nama asli dari makanan ini adalah Hotteok, hampir seperti onde-onde, hanya saja bentuknya gepeng seperti pancake, nggak ada wijennya, dan kurang kenyal sedikit.

Bisa dibilang bahwa kami tidak murni cooking disini, karena pada dasarnya ini makanan instan, dan kami hanya mengikuti petunjuk tertulis seperti kalau ingin memasak mie. Hehe.

Ndak usah banyak narasi lagi ya, berikut adalah bahan-bahan dan cara pembuatannya.

Bahan-bahan:

  1. Satu dus hotteok instan yang terdiri atas dua bagian. Adonan kulit dan adonan isi. Terima kasih yang banyak kami ucapkan kepada mbak Shinta yang sudi menyumbangkan satu dus hotteok instan kepada fakir camilan seperti kami.
  2. Minyak goreng. Beserta wajan dan spatula untuk menggoreng.
  3. Air bersih. Beserta baskom besar untuk tempat menguleni dan tangan bersih yang akan melaksanakan tugas suci tersebut.

Cara pembuatan:

  • Buka dusnya, keluarkan kedua kemasan, gunting bungkus kemasan dan taruh pada baskom yang terpisah.
  • Setelah memastikan bahwa tangan bersih (secara kondisi saat itu baru bangun dan belum mandi), tuang air sedikit demi sedikit kedalam baskom yang berisi adonan kulit. Uleni sampai kalis.
  • Ambil adonan sekitar satu sendok makan, kemudian pipihkan sambil dibentuk lingkaran. (catatan: membutuhkan keahlian dan mata tajam supaya tebal adonan kulit sama rata)
  • Kemudian taruh setengah sendok makan adonan isi ke dalam kulit. Kemudian tutup dengan hati-hati dan pipihkan kembali.
  • Goreng adonan hotteok yang sudah siap ke dalam minyak panas dan api kecil. Agar nggak cepet gosong.

This slideshow requires JavaScript.

Dan ini dia yang sudah jadi dan dihias cantik (walau ada yang gosong-gosong dikit)

Lucu ya?

Biasanya kalo di rumah, saya yang suka heboh bikin dessert ini dan itu. Tapi hari itu, ketika saya bangun, dapur sudah ramai oleh celoteh riang Mbak Dini dan Nene yang ngebikin jajan ini. Alhasil, saya kebagian mengambil foto dan menggoreng. Sesaat kemudian, Riska bangun untuk mencicip hotteok yang sudah jadi dan bilang “Enak”.

Hihi, mudah-mudahan yang puasa ndak ngiler lah.

Salam-ngabuburit-sejam-lagi

-Ludi-

Advertisements

4 thoughts on “Behind The Scene of “Sexy Tteok”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s