Pengennya ga jadi Socmed Junkie

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakaatuh,

Selamat siang, selamat puasa, selamat panas nyentrong setelah angin nggebes kemarin (nyentrong: terlalu terang sampai silau ; nggebes: berhembus dengan kencang).

Karena akhir-akhir ini saya merasa kurang produktif, dan kehilangan prioritas saya untuk membaca dan meneruskan riset. Saya mulai mawas diri nih, kenapa bisa begini. Perhaps karena saya masih kebanyakan hangout di socmed (social media). Iseng-iseng cari, saya menemukan artikel tentang betapa socmed bisa menyaingi rokok dan minuman keras dalam hal ketergantungan. Menarik kan? silahkan klik disini untuk melihat.

Sebuah pernyataan yang cukup “seru” dari narasumber yang diliput oleh Guardian:

Desires for media may be comparatively harder to resist because of their high availability and also because it feels like it does not ‘cost much’ to engage in these activities, even though one wants to resist.

Nah lho?! hihi, iya apa iya nih? Saya sendiri suka (entah sudah masuk dalam level nyandu atau belum) main-main Twitter/FB ya karena mereka lebih murah dan cenderung gratis. Mumpung gratisan, main saja terus, padahal kerjaan lagi banyak.

Ngeri dengan tingkat kecanduan saya, akhirnya saya browsing lagi untuk mencari solusi supaya saya nggak membuang banyak waktu. Dan akhirnya saya temukan artikel ini. Berikut resume tips-nya (siapa tahu pada males buka link):

1. Decide WHY you are doing itIntinya, jangan cuma ikut-ikutan apa yang sedang booming saja. Keren sih punya macam-macam akun social network, semacam orang penting di dunia maya yang punya segudang kenalan. Tapi kalau fungsinya nggak lebih dari sekedar “mematenkan eksistensi” apalagi cuma “nyampah” (Naudzubillah) ya, mending nggak usah punya. Lebih masuk akal kalau alasannya karena customer banyak disana sehingga gampang kalau mau promosi, atau karena butuh berhubungan dengan keluarga setiap saat (misal, sekeluarga pake Twitter semua, jadi kalau mau minta apa-apa tinggal mention :P)

2Use the tools. Jaman canggih begini, nggak perlu buka Twitter sering-sering kalau ingin menuliskan sesuatu yang inspiratif. Karena tweet kita bisa di schedule sehingga kita perlu buka Twitter buat nulis 140 character dan tertahan selama ratusan menit kemudian. Tools-nya antara lain Tweetdeck, Hootsuite dan Social Oomph.

3. Schedule time to blog. Agak nyambung dengan poin sebelumnya kok, intinya, kita harus punya cara, supaya nggak tertahan lama-lama di “jebakan betmen” dan melakukan hal-hal yang nggak berguna.

4. Set up twitter list(s)Biar twitter kita nggak berisi curhatan orang lain melulu, ada baiknya kita set list supaya kita hanya membaca yang dibutuhkan saja(tanpa menyakiti orang dengan meng-unfollow nya). Kalau di Tweetdeck ada fasilitas filter dan new window. Bikin isi Twitter/FB lebih “ramping” dan “cantik”.

5. Be social. 

Most people seem to think social media is for advertising. WRONG! Think about it. How many tweets with just an advert link do YOU click on? The trick is to ask questions, reply to other people’s questions, retweet/share other people’s posts, be helpful  etc. It isn’t called ‘social’ media for nothing.

6. Use hashtags. Hashtag itu untuk membantu orang lain mencari bahan bacaan yang mereka perlu, jadi mulailah berhati-hati dalam meng-hashtag. misalkan #Triptokorea atau #beasiswa. Bukan sekedar #eeaaa atau #apasih yaa.. (Paling sering kayak gini nih, saya :P)

7. Max your effort

If you write blogs or have articles on your website, then a quick taster message on a social networking site can get more people reading them.

8. Shorten your links. Sekarang sudah banyak fasilitas yang bisa memendekkan link, tanpa mengubah alamatnya. Tapi ada baiknya nggak sering-sering memasukkan link ke dalam tweet atau status, karena orang-orang takut kalau link tersebut mengandung virus dan semacamnya. Jadi, jangan selalu menyertakan link didalam tweet anda, terus terang, saya agak-agak frustasi kalau mau baca.

9. Check what people like. Bisa menggunakan trending topic kalau di Twitter. Kalau di FB mungkin page yang lagi banyak di-like orang kali ya?! Tips ini bagus untuk teman-teman yang berwirausaha supaya nggak tertinggal dalam hal inovasi.

Baiklah, times up, waktu saya sudah habis buat nge-blog hari ini. Moga berguna ya,,

Dan do’akan saya supaya dapat inspirasi buat riset. Jalan di tempat euy –‘

Salam-unyu

-Ludi-

Advertisements

One thought on “Pengennya ga jadi Socmed Junkie

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s