Chuseok (hampir) kelabu 2012

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakaatuh,

Setelah ber-hibernasi selama 3 hari dalam rangka chuseok (korean’s thanksgiving) rasanya masih belum penuh energi saya untuk “mencakar-cakar” riset. Awalnya, kami berencana pergi ke Seoul dan main ke Lotte World, namun agaknya rencana tersebut gagal untuk tahun ini, sehingga kami ganti dengan acara lain agar chuseok nggak kelabu. Bersih-bersih. Haha. Nggak keren ya back-up plan-nya?! Begitulah.

Karena rumah kami lumayan luas (karena yang tinggal juga banyak) dan kami nggak selalu punya waktu untuk membersihkan secara menyeluruh, jadilah kami harus memanfaatkan libur panjang seperti ini untuk membersihkan. Pagi itu, chuseok hari pertama, saya cukup excited untuk bangun, dan mandi. Sebelum membuat sarapan, saya menyisihkan waktu untuk membereskan isi laci yang berantakan supaya besok-besok lebih mudah dicari saat memerlukan sesuatu. Dan benar saja, banyak barang yang minta perhatian. Termasuk diantaranya, koleksi merchandise, kartu pos dan koin yang saya dapat dari teman-teman. Hanya selembar kartu pos dengan kata-kata simpel, rasanya membuat saya ikut pergi bersama mereka (ini salah satu keuntungan kuliah di luar negeri, temannya sering jalan ke negara lain untuk jalan-jalan atau conference). Bila teman saya tidak cukup waktu untuk mengirimkan kartu pos dari tempatnya ber-conference misalkan, dia akan membelikan saya kartu pos kosong dan memberikan langsung kepada saya. Demikian juga dengan koin. Sampai saat ini saya hanya punya koin dari Philipina, Taiwan dan Korea Selatan sih, tapi saya sudah cukup senang.

Tiba saatnya bersih-bersih seluruh rumah, setiap sudut rumah kami bikin kinclong dan bersih hingga nggak risih kalau mau “melantai” saat makan atau memasak. Dan sembari bersih-bersih, saya juga iseng membuat caramel pudding kesukaan saya. Dan jadi. Terharu sekali. Walaupun terlalu banyak telur dan karamelnya gosong, namun saya sudah cukup senang. Karena bentuknya persis seperti caramel pudding yang di komik-komik. Sorenya, nasi goreng gurita melengkapi acara makan malam kami. Makanan apapun kalau dimakan saat lapar, rasanya memang luar biasa enak. Hehe. Usai maghrib, saya tertidur karena kelelahan (kebetulan sedang tidak sholat :P) dan baru bangun lagi sekitar pukul 10 malam. Sebenarnya masih mengantuk, akan tetapi perut saya keroncongan minta diisi. Dan lagi, ada teman yang masih bangun dan menonton Reply 1997 (drama korea) yang saya pamerkan saat pagi hari. Jadi seharian dia marathon serial tersebut.

Pada dasarnya, saya nggak suka drama, dan kebetulan serial ini nggak terlalu banyak drama percintaannya. Cenderung lucu dan konyol, jadi biasanya saya menonton sambil menghabiskan makan malam di lab. Dan malam itu, saya yang kebetulan sudah khatam sampai episode 12 jadi ikut menemani teman saya menonton sampai habis (episode 16). Sembari menonton, makan mie rebus, ngemil dan sedikit ditegur tetangga depan karena berisik, saya berpikir tentang “Reply” versi saya sendiri. Mengingat-ingat betapa bodoh, naïf dan nakalnya saya saat SMU serta kekompakan saya dengan teman-teman kala itu.

Sedikit cerita, saat SMU, mungkin karena terinspirasi film AADC (Ada Apa Dengan Cinta), saya dan lima orang teman saya membentuk Blue Genk. Norak kan?! Entah mengapa namanya Blue Genk, bukan Blue Ba*nd. 😀 Singkatnya kelompok tersebut membuat kami kemana-mana berenam. Dan selalu seru saat pergi bersama mereka. Kami nggak selalu rukun, bahkan sering sekali bertengkar. Drama did happened, but we always solve it. Alhamdulillah, kami tetap rukun dan saling menanyakan kabar sampai saat ini.

Sedikit lagi ya ceritanya, 😀 saat SMU kelas 3 sampai kuliah, saya lebih sering main dengan teman-teman band saya waktu SMP, namanya Maverick. Maverick ini terdiri dari teman SD dan SMP saya, dan beberapa orang yang saya kenal saat SMU (beda sekolah). Awalnya kami sering latihan band sama-sama sampai akhirnya kami lebih seperti teman hura-hura bersama. Dan lagi-lagi, ada juga drama yang terjadi diantara kami, we have tangled love story 😉 akan tetapi, semakin bertambah umur, cara pandang kami makin dewasa, sehingga masalah-masalah yang ada terurai sendiri seiring waktu berjalan.

Kembali ke Reply 1997 yang membuat kami berdua begadang sampai subuh (sekitar pukul 5 pagi), jalan cerita yang seru dan ending yang mengejutkan membuat serial ini mendapatkan rekomendasi yang bagus dari saya (apaan sih?!). Serial ringan yang nggak kacangan. Hehe. Usai menonton kami berdua tidur dengan pulas, sampai menjelang siang.

Hari kedua chuseok, saya ada janji kencan video call dengan papa. Dan karena bangun kesiangan, akhirnya kencan hari itu harus saya lakukan dengan kondisi lapar, karena belum sempat sarapan. Lama tidak ber-video call tentu saja kangen, sehingga ada saja yang dijadikan bahan guyonan. Mulai dari wajah saya yang mulai merah-merah karena jerawat pancaroba, sampai membahas masakan saya yang kemungkinan besar dihabiskan oleh teman-teman dirumah karena nggak ada makanan lainnya. Saya pun menanyakan kabar para jengs, keluarga solo yang baru dikunjungi karena ada yang meninggal, juga keluarga Sulawesi yang mau berobat di Gresik, dan kucing-kucing pun tidak luput dari perbincangan kami. Satu persatu dibahas. Melegakan rasanya kalau tidak tertinggal berita tentang keluarga sendiri. Rasanya seperti tidak diabaikan. Dan yang paling penting, ringan di kantong 😛

This slideshow requires JavaScript.

Usai kencan, sayur lodeh dan ikan tongkol goreng pun sudah siap meladeni perut saya yang kelaparan. Sembari menonton “Lie To Me season 3”, saya menghabiskan dua porsi makan siang (tiba-tiba ingat timbangan. Ingatnya baru sekarang –‘). Malamnya dirumah ada rapat membahas festival mahasiswa international dengan teman-teman Indonesia lainnya. Dan tidak terasa hari kedua pun berlalu begitu saja. Tahu-tahu sudah mengantuk dan ingin tidur lagi.

Hari ketiga chuseok, hari senin. Umumya saya pergi ke lab buat bekerja pada hari-hari ini. Dan tentu saja, saya nggak mau kelihatan sok rajin dengan pergi ke lab saat hari libur. Namun, agaknya rencana tersebut tidak berjalan lancar, karena akhirnya, saya tetap ke lab untuk menyalakan komputer supaya bisa di-remote dari rumah. Setelah itu, saya jalan-jalan menikmati matahari sambil memfoto bunga-bunga dan bangunan. Sepi sekali. Seperti bukan hari senin. Pulang ke rumah, martabak manis dan jemblem sudah tersedia sebagai snack hari itu. Mantap bukan? Walau nggak jadi ke Lotte World tapi kesenangan-kesenangan selama 3 hari ini rasanya cukup untuk mengusir titel kelabu di liburan chuseok saya tahun ini. Semoga tahun depan ada rejeki ke Lotte World. Aamiin.

Dan hari ini, sudah harus masuk lagi. Sebenarnya besok juga tanggal merah, tapi karena mereka rajin-rajin, jadilah pada masuk semua, saya? Ikutan masuk, belum berani bolos kalau nggak urgent. Keren ya nggak ada harpitnas?! 😀

Bismillah, moga setelah libur puanjaaang ini, saya nggak malas lagi. Aamiin

Salam-pengen-hibernasi-lagi-*dilempar sapi

-Ludi-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s