The Autumn Rhythm ’12

The ’12 Fall Song – at busan -of course- (written on November 2012)

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakaatuh,

Well, sudah lama rasanya saya tidak menjamah dunia per-blogan, dan disudut-sudut blog sudah mulai ditumbuhi jamur. Selain pertanda saya kurang “resik” juga sebagai pertanda kalau musim dingin segera datang. Yap, disana-sini jamur dengan berbagai macam model dijual murah. Alhasil, masakan dirumah pun nggak jauh-jauh dari jamur.

Jamur-jamur mulai setia menghampiri, musim dingin pasti tidak jauh lagi.

And what’s so special about this season?

Selain angin dingin tiap pagi dan malam – yang membuat saya mendoakan para penemu selimut listrik, water boiler dan floor heater atas jasa mereka yang tak terhingga – ada juga sale untuk baju musim dingin yang tidak kalah heboh. Bagi saya, rasanya surga melihat sweater, coat, jumper dan jaket musim dingin bertebaran dimana-mana (maniak jaket). Benar, bulan lalu saya totally bankrupt karena membeli perlengkapan musim dingin karena saya masih merasa kedinginan. Yang unik lagi di musim ini adalah, musim dimana SOFIA (Sounds of Indonesia), sebuah klub seni tradisional Indonesia kelas bulu yang kami rintis bareng-bareng mendapatkan banyak sekali job. Jadi sepanjang musim, saya dan teman-teman sibuk latihan tiap weekend, pergi meeting, perform dan sebagainya. Nggak punya waktu buat rehat, bahkan melihat drama kesukaan sampai ketiduran di siang bolong adalah kegiatan yang mahal saking tidak adanya waktu. Merasa bersalah sih, karena ke masjid pun jadi bolong-bolong 😦

Ada lagi yang seru sepanjang musim ini, couple training dan couple sweater mulai bermunculan di sekitar kampus, luar biasa kompak deh ( bahkan sampai training olahraga pun mereka kompak, ckck). Coba saya punya kamera yang keren supaya bisa berhenti di salah satu sudut jalan sambil aksi berfoto layaknya fotografer jalanan profesional, pasti saya bisa melengkapi blog ini dengan foto unyu tersebut. Bicara soal couple, ada festival bernama Pepero day. Ini adalah hari dimana seorang teman/pasangan memberikan sekotak/sepaket Pepero pada teman/pasangannya tersebut. Buat apa? Nggak ada, mereka hanya gila festival saja (jawaban mayoritas yang saya terima dari orang Indonesia yang sudah lama di Korea). Pepero sendiri seperti Pocky kalau di jepang dan agak lebih panjang dari Nyam Nyam kalau di Indonesia. Dan sampai saya selesai menulis ini, saya pun masih tidak paham, apa spesialnya. Hihi.

Dingin menusuk tidak berarti, bila hangat hati menghampiri.

Byuh-byuh, quote-nya makin bikin yang galau semakin galau ini. Hehe. Bicara soal galau, musim ini saya memang banyak galau, ya galau ide, ya galau ajeng yang sakit misterius, ya galau Mbak Tun yang sakit misterius juga, ya galau onix meninggal, sampai galau kapan saya bisa lihat “Skyfall”- Twitter banyak dosa sama saya karena banyak sekali hashtag Skyfall bertebaran pada saat premier-  Alhasil, suatu sore saya nekat pergi menonton sendirian. Berbekal jadwal nonton yang mulai jam 18.00 tepat (persis bubaran lab) saya mantapkan hati buat berangkat.

*siap-siap malu:

Panik itu bukan jawaban. Tindakan itu jawaban (Ajeng, 2012)

Jadi, saya baru melihat jadwal Skyfall hari itu jam 4 sore ba’da ashar, maunya merayu Mbak Dini untuk ikutan, sayangnya, yang bersangkutan sedang ada kelas. Counter attack, Mbaknya merayu saya untuk nonton saat weekend, giliran saya berdalih ada jalan-jalan saat weekend. Jadilah, saya nekat nonton sendirian. Usai bersimulasi sendiri, saya putuskan untuk pergi persis ba’da maghrib (maghrib adalah 17.19 KST). Kebetulan para sonbae (senior) sedang tidak ditempat, jadilah saya capcus ke tempat tujuan. Target saya, jam 17.30 sudah sampai di bioskop (jaraknya hanya 1 km an dari kampus). Yang nggak saya perkirakan adalah, jam segitu sudah masuk waktu “isi bensin” bagi para pencari ilmu di PNU. Panik karena banyak orang dan takut nyasar, saya bermaksud mencari jalan pintas yang lebih sepi dan cepat. Sayangnya, saya tetap nyasar dengan sukses. Bahkan setelah menemukan bioskop yang benar, saya masih tetap nyasar untuk pergi ke tempat tiket.

Jadi, bioskopnya itu terdistribusi dari lantai 4 sampai 9, sayangnya, saya mendarat di lantai 5 untuk cari tempat jual tiket. Setelah sadar kalau saya salah turun, saya justru naik tangga darurat ke lantai 6, 7, dan 9 untuk mencari tempat jual tiket. Mengandalkan kemampuan membaca hangeul saya yang pas-pasan, akhirnya saya sadar, bahwa saya melewatkan lantai 4. Dan legaaaaa sekali rasanya, ketika bertemu dengan mbak-mbak cantik dan ramah penjual tiket bioskop. Dan tahukah teman-teman sekalian, ternyata seat untuk Skyfall adalah nyaris kosong. Melirik jam, kurang sepuluh menit lagi main, mau beli popcorn, antrian panjang, khawatir terlambat, jadilah saya lari-lari cari studionya. Kesulitan berikutnya, tiket dalam bahasa korea, dan saya nggak tahu, di studio berapa filmnya main. Satu-satunya yang bisa saya mengerti hanya 5층 (lantai 5) pergilah saya ke lantai 5 dan Alhamdulillah, bertemu dengan mbak-mbak yang meriksa tiket. Dengan ramah dan cantik, si mbak ini menunjukkan saya jalan yang benar. Dan ternyata (lagi) saya adalah penonton pertama yang masuk teater-nya. Owalah paniikk panik. Benar kata ajeng, adik saya. Mending nggak usah panik, bikin malu.

Musim ini juga musim yang melelahkan karena hampir setiap minggu saya keliling. Entah pergi ke tempat perform SOFIA, entah pergi ke luar kota ngekor para sonbae ikutan conference, juga ikut Busan City Tour gratisan untuk mahasiswa asing di PNU. Dan tentu saja hampir setiap jalan-jalan saya ikut ngincip “makanan aman” yang berbeda-beda. Di daegu kemaren makan nasgor berkeju (agak iyuh sih rasanya) yang ada seafoodnya. Tapi makanan selama musim ini, belum ada yang ngalahin 해물탕 (seafood soup). Secara saya besar di keluarga laut, jadilah saya sekali dengan segala macam seafood yang dicemplung ke dalam mangkok besar tersebut. Ada tiram yang gede, ada gurita, cumi, kepiting, kerang, seperti keong gitu, udang, dan semuanya di-mix dalam kuah panas yang pedas dan diberi sayur tauge. Mantap? Mantaappp. Ngiler? Nih, tisuuu.

hae mul tang

Selama jalan-jalan saya berkesempatan ke sebuah ecopark, yaitu seperti taman ramah lingkungan untuk melindungi migratory bird (burung yang bermigrasi dan istirahat di Korea Selatan). Si ecopark ini juga terletak di sebuah delta yang dinamakan eulseuk-do (Pulau eulseuk). Di tempat ini juga ada pusat rehabilitasi bagi hewan liar yang terluka selama bermigrasi atau memang hewan liar setempat. Saya cukup terkejut dengan hewan-hewan yang di rehabilitasi di tempat tersebut, mulai sejenis lemur, sejenis elang raksasa, gagak, banyak burung hantu, angsa (seperti di swan lake) sampai sejenis rusa yang patah tulang karena ditabrak di jalan tol pun ada. Sayangnya beberapa dari mereka nggak bisa kembali ke alam liar karena cacat. Duh, coba bisa dibeli. Coba di rumah kontrakan itu saya boleh pelihara hewan. Hehe 😀

migratory bird

Selain bertemu dengan tempat-tempat seru seperti ecopark, museum dan juga busan tower (dimana saya bisa me-reload kartu pos buat dikirim ke teman-teman semua) saya juga bertemu dengan teman baru. Si Yu Kyung, mbak-mbak yang jadi guide, cepat akrab sejak mulai trip karena hanya saya cewek yang duduk sendiri, lainnya berdua-dua. Ada juga Azusa dari Jepang, yang ternyata pengen ngobrol banyak sama saya tapi saya nggak sempat ngobrol sama dia. Yah, gimana lagi, si mbak ini dikerubutin sama cowok-cowok yang lapar mata. Haha. Pulang-pulang si Mbak Dini nyobain bikin pancake oatmeal dalam rangka menghabiskan stok oat yang hampir kadaluwarsa, hihi. kenyaanngg..

Dan tanggal 30 November ini, teman-teman SOFIA akan tampil di acara We Are One Festival. Semacam international day ala PNU. Yah, buat teman-teman NTUST, jangan harap penampilannya akan semeriah di ICE ya, tapi effort teman-teman disini boleh lah. Bersama ini, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya bagi semua pihak yang membantu kelancaran penampilan kami (90 degree bow)

We Are One Festival

What a Fall, perhaps it would be complete if I also fall in love.

Should I?

Hehe (siap2 di interogasi di sosmed)

Salam-hayo-sapa-mau-kartu-pos

-Ludi-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s