Main ke rumah Nembra

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakaatuh,

Sudah pada lihat foto bunga sakura yang saya upload di Facebook? Bagus ya?! ^_^ bila sakura sudah mulai mekar, itu tandanya saya sudah satu tahun disini. Saya sudah melewati spring pertama sebagai maba, mengisi puncak summer dengan ibadah Ramadhan, melewati Fall dengan berjalan-jalan keliling Busan dan terharu menyaksikan salju saat winter.

Jadi, kemarin itu (sekian minggu yang lalu) saya janjian dengan partner kabur saya, Mbak Dini, untuk mengunjungi Nembra, teman kami dari Pakistan. Kami ingin mengantarkan hadiah yang kami siapkan khusus demi membalas keramahannya saat terakhir kali kami main kesana. Dia di korea ini nemenin suaminya, anaknya sudah dua, laki-laki dan perempuan. Anak laki-lakinya bernama Taneesh (4,5 tahun) dan Anabia (1,5 tahun). Mereka cute dan aktif, sayangnya kemarin saat kami main kesana mereka sedang sakit. Semoga sudah lebih baik sekarang.

Nembra yang sehari-hari memakai niqab (cadar) ini pertama kali bertemu dengan kami di masjid, sekitar spring tahun lalu, saya lupa bulan apa. Saya ingat, dia senang sekali saat pertama bertemu kami berdua karena kami bisa bercakap-cakap dalam bahasa inggris. Dia mengeluh saat itu karena tidak punya teman dan tidak ada orang lokal yang bisa diajak bicara. Saat itu dia mencatat nomor handphone Mbak Dini (karena saya belum punya) dan alamat e-mail kami berdua. Berbulan-bulan kemudian, saya dan Mbak Dini memutuskan untuk main karena kami sudah berulang kali diundang namun susah cari waktu untuk memenuhi.

Pertama kali kami datang, kami cukup surprise karena disuguhi macam-macam. Nggak hanya makanan, tapi juga macam-macam cerita untuk direnungkan. Dia banyak bercerita tentang bagaimana sulitnya dia survive karena kehidupannya disini sangat berbeda dengan di Pakistan. Dia juga bercerita bagaimana dia berteman dengan seorang Preacher dan topik-topik yang mereka diskusikan. Saat kami datang untuk kedua kalinya, hidangan yang dia sajikan pun tidak kalah enak dengan yang pertama. Bahkan kali ini dia bercerita tentang kesulitan suami dan kedua anaknya. Di sela-sela ceritanya yang mengalir dengan deras, saya jadi berpikir, bahwa menjadi seorang istri itu sungguh berat. Menyenangkan hati suami yang biasanya mudah, bisa jadi berat kalau kedua anak yang juga dicintai sakit bersamaan. Dan saya yakin, melayani tamu seperti yang kami terima kemarin itu pasti jauh lebih sulit lagi. Kami pun merasa bersalah karena kami bertamu di saat yang menurut kami kurang tepat. Namun, saat kami menyampaikan hal tersebut dengan entengnya dia berkata,

“Kalian tahu, beberapa hari yang lalu saya merasa bahwa Allaah sedang menghukum saya. Ketika saya mendapati suami saya bermasalah dalam riset dan kemudian anak-anak saya jatuh sakit, saya pun langsung merasa bahwa saya sedang dihukum atas kesalahan yang mungkin saya tidak tahu. Tapi kemudian saya mendapat SMS kalian bahwa kalian akan bertamu. Saat membaca, sudah terbayang betapa beratnya bagi saya untuk menerima tamu saat ini, namun sedetik kemudian saya berpikir dan langsung menanyakannya pada suami saya “Guests is Allaah’s blessing, right?” dan suami saya menjawab “Yes, you know that, why do you ask?”. Dan seketika itu saya merasa bahwa Allah merahmati saya dengan kehadiran kalian. Saya merasa lega bahwa saya tidak sedang dihukum karena tamu masih dihadirkan dirumah saya”

Mau tidak mau saya terharu dan takjub, seperti inikah nikmat menjadi istri sholihah? Bisa bahagia disaat yang paling sempit sekalipun? Masya Allaah..

Saya pun tidak kalah terharu saat dia bercerita,

“Suamiku sedang ada masalah dengan risetnya beberapa saat lalu, dan itu membuatnya berada di dua pilihan, apakah meneruskan atau pulang kembali ke Pakistan. Saat itu dia sangat depresi dan bingung, kemudian saya berusaha menenangkannya dengan berkata ‘Atas kehendak Allaah lah kita disini. Kalau Allaah menghendakimu untuk pulang padahal kau sudah berusaha, maka bagaimanapun kita akan pulang. Dan apabila Allaah menghendakimu untuk disini, maka bagaimanapun susahnya kita, kita akan tetap disini’.” Dan saya pun tercengang, mengingat beberapa saat yang lalu sebelum “putus” saya menghadapi perasaan yang kurang lebih sama. Bedanya saat itu, Papa yang menghibur saya, bukan suami 😛

Tapi saya juga tidak bisa tidak takjub, lagi. Bertanya-tanya dalam hati, apakah ini yang namanya saling mencintai karena Allaah? Saling mengingatkan dan menghibur disaat susah sehingga kesulitan apapun yang dihadapi tetap terasa indah. Masya Allaah..

Tidak hanya cerita sehari-harinya yang membuat saya tercengang, namun juga ceritanya saat menerima diskusi dari teman-teman Preacher-nya. Dengan sabar dan antusias dia menceritakan pada saya, bagaimana serunya diskusi tersebut dan bagaimana baiknya hubungannya dengan teman-temannya tersebut. Seperti yang sudah saya katakan, sejenak saya merasa iri, karena saya juga ingin seperti itu. Beberapa bulan yang lalu, saya pernah didekati oleh beberapa Preacher, dari yang muda sampai tua, sayangnya setiap kali saya berdiskusi, diskusi tersebut “kurang memadai” karena saya nggak punya banyak waktu untuk berdiskusi.Usai bercerita, dengan riang ia berkata,

“Mungkin ini dikehendaki Allaah agar saya belajar banyak dan menjadi muslim yang lebih baik”,

Tidak ada rasa gentar dari nada suaranya. Tidak ada buruk sangka dan penolakan dari sikapnya. Tapi diatas itu semua, keimanan bertambah setiap kali diskusi di-execute dan itu sudah berlangsung dari lama dan masih berlangsung sampai saat ini. Masya Allaah.

Semoga Allaah senantiasa menjaga Nembra dan keluarganya dan menjauhkannya dari siksa api neraka. Aamiin.

Setelah pulang dari rumah Nembra, kembali saya merasa bahwa sedih saya yang kemarin itu berlebihan. Bila Allaah menghendaki saya gagal agar saya bisa belajar, maka saya tidak boleh berputus asa. Saya harus berani dan mampu untuk berdiri lagi, karena saya yakin tantangan di depan pasti juaauhh lebih berat lagi.

Salam-Ayo Semangat!!

-Ludi-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s