Jajan ke Loving Hut

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakaatuh,

Siapa yang nggak suka wisata kuliner? Wah, harus saya ajak jajan kalau gitu. Hehe. Nggak perlu disebut lagi kalau di negara ini, hobi saya yang satu ini emang stuck. Lantaran nggak banyak sajian yang bisa saya makan. Terlebih lagi setelah belajar tentang titik kritis kehalalan, tambah horror mau coba ini itu, soalnya apa yang terlihat fine-fine saja (nggak mengandung babi, daging-dagingan atau minuman keras) ternyata juga perlu ditinjau lagi kehalalannya. Kan serem kalo barang syubhat apalagi haram masuk ke perut dan jadi daging. Naudzubillah.

Anyway, bukan titik kritis kehalalan yang mau saya bahas disini. Terlalu berat. Hehe. Mari kita bicarakan yang senang-senang aja. Restoran halal disini tidak sebanyak di Taipei, dan tidak semua cita rasanya bisa diterima oleh lidah kita orang Indonesia. Saya pun gemes karena belum menemukan lagi restoran halal untuk dibahas di blog saya ini. Tapi, kali ini, saya memiliki alternatif, yaitu restoran vegetarian. Restoran ini buka franchise di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Dikenal memiliki menu-menu yang unik yang kesemuanya diolah dari sayur dan buah. Buat yang ngiler pengen makan daging ala masakan korea kayak saya, bisa nyoba jajan kesini.

Berawal dari sebuah share di komunitas muslimah korea yang menyebutkan tentang betapa Loving Hut bisa mengobati kekangenan kita untuk makan daging tanpa harus repot masak sendiri, saya pun tertarik untuk hunting di sekitar Busan. Alhamdulillah, di Busan ada beberapa cabang yang cukup terjangkau dari lokasi saya tinggal. Bersama partner jajan saya, kami pun mencoba pergi kesana.

Lokasi pertama yang saya coba adalah di Seomyeon. Kalau naik subway kurang lebih 30 menit dari Jangjeon (stasiun subway dekat rumah). Dengan berbekal peta yang digambar di website resmi loving hut untuk cabang seomyeon, kami pun dengan PD pergi kesana. Patokannya adalah keluar exit 1, lurus sampai ketemu seven eleven. Si resto berdiri dengan gagah disamping seven eleven. Kami pun mencoba menelusuri trotoar setelah keluar dari exit 1. Setelah satu jam berputar-putar dan bertanya, kami tidak menemukan restoran yang dimaksud. Akhirnya, kami menelpon salah satu teman yang kami yakini available di lab sehingga kami bisa minta di-browsingkan alamat. Kenapa nggak browsing sendiri? Kan Korsel jaringan internet dimana-mana? Iya sih, tapi yang saya bawa ini hape pinter dari Indonesia. Entah kenapa nggak semua jaringan wifi bisa dipakai sama hape saya. Well, setelah tanya sama teman yang di lab, barulah kami sadar bahwa peta yang kami bawa itu memuat informasi yang keliru. Di peta tertulis untuk keluar dari exit 1, padahal lokasi sebenarnya adalah keluar dari exit 2, seberangnya exit 1. Kami pun tertawa-tawa menyadari kebodohan kami. Dan momen saat menemukan restoran tersebut, seperti momen dimana pemburu harta karun menemukan emas.

Karena sudah lebih dari satu jam kami mencari dan ditambah kami berangkat tanpa sarapan yang memadai, kami pun buru-buru memesan apapun yang kami mau dan melupakan sejenak status kami sebagai mahasiswa kere. Nggak tanggung-tanggung, kami memesan empat jenis makanan. Vegetarian meat cutlet, vegetarian meat hotpot, vegetarian royal burger, dan paket snack berisi pangsit goreng dan kentang goreng. Kami memutuskan untuk memesan sebanyak itu karena kami mengira porsinya nggak banyak. Setelah semua pesanan datang, kami baru sadar kalau yang kami pesan ini porsi normal orang Korea a.k.a jumbo. Kami pun tertawa-tawa lagi menyaksikan ke-”murko”-an kami. Dan karena sudah dipesan dan dibayar, kami harus menghabiskan dong?! Kira-kira butuh empat jam untuk menghabiskan semua makanan enak tersebut. Dan kami pulang dengan niat nggak akan jajan lagi sampai gajian bulan depan.

Kali kedua kami kesana kami kecewa berat. Kami datang dengan hati yang suntuk dan ingin menghibur diri dengan makanan enak. Ternyata restoran yang baru beberapa bulan lalu kami kunjungi sudah tutup. Akhirnya kami pun berusaha mencari cabang lain yang mudah dijangkau. Ada dua alternative cabang Dongnae dan Haeundae. Partner jajan saya yang satunya sudah membantu mencarikan lokasi dengan mengonfirmasi peta yang ada dengan peta di google map dan Naver. Tinggal mencari waktu yang pas untuk bersama-sama menginvasi lokasi tersebut. Sayangnya lagi-lagi rencana untuk main itu selalu diputuskan disaat terakhir. Kali ini saya yang merengek minta main kesana, karena bosan beberapa hari terbaring sakit dirumah dan makan makanan yang nggak ada rasanya. Demi menghormati partner jajan saya yang sudah bantu mencarikan lokasi Loving Hut di Dongnae, saya dan partner lama saya mencoba yang di cabang Haeundae.

Alhamdulillah, tidak sulit untuk menemukan restoran cabang Haeundae. Sayangnya kami sampai 15 menit sebelum restoran buka. Jadilah kami melipir ke kafe terdekat dan nge-teh. Begitu sudah lewat jam buka, kami pun menyerbu Loving Hut cabang Haeundae tersebut dan memilih tempat yang strategis untuk makan. Karena restoran ini di lantai dua, maka tempat yang asyik memang di pinggir jendela. Kali ini kami memesan vegetarian bulgogi dan vegetarian steak. Snacknya kami memilih kentang goreng (lagi) dan mini sweet potato sponge cake. Kami tentu makan dengan nikmat, apalagi resto cabang haundae ini begitu nyaman dan memutar musik-musik barat yang saya banget. Sayangnya, harga di restoran ini jauh berbeda dari yang cabang Seomyeon. Sekitar dua kali lipatnya untuk satu porsi makanan. Benar-benar harga yang mencekik mahasiswa. Kami nggak menyalahkan sih, soalnya Haeundae memang daerah ekspatriat dan daerah wisata, jadi apa-apa mahal.

Biasanya saya mencantumkan harga, tapi untuk kali ini, biarlah cerita serunya saja. Harganya cukup bikin nyesek untuk diingat lagi. Haha

Selamat menikmati foto-fotonya ^_^

Salam-ayo Ludi, nabung, supaya bisa beli tiket pulang 😛

-Ludi-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s