Menerima

Assalamualaikum warrahmatullah wabarakaatuh.
Sungguh, sebenarnya saya ingin agar blog saya berisi tentang hal yang bermanfaat. Akan tetapi saya tidak bisa selalu sombong dan mengatakan apa yang saya tulis merupakan hal yang perlu untuk diketahui oleh orang lain.
Menjadi orang yang menginspirasi adalah cita-cita saya sejak lama, namun kadang, cita-cita tersebut sering membungkus mata dan telinga saya dari kenyataan bahwa saya juga manusia.
Saya juga lemah
Saya juga butuh pertolongan
Saya juga bisa berbuat kesalahan
Saya manusia biasa. Tidak lebih
Karena itu, saya mohon maaf bila tulisan-tulisan yang berikutnya cuma sekedar sampah hati yang tidak bisa diambil hikmahnya. Hehe.

Well, siapa sih manusia dimuka bumi yang nggak kenal sama cowok satu itu? Si Mas-salah? 😛
Mau lahir jadi masalah, hidup ketemu masalah, mati bikin masalah sama orang (nggak bisa ngubur diri sendiri to?), belum lagi kalau ternyata kita mewariskan masalah sama orang lain. Naudzubillah.
Selalu dan selalu, papa nggak pernah bosan mengingatkan agar bersabar, tegar dan selalu berpikir jernih agar solusi nggak lepas dari mata kita. Konsentrasi penuh terhadap apa yang jadi tujuan, agar nggak hilang arah saat bekerja.
Sayangnya, bicara itu memang selalu lebih mudah daripada praktek, yes? Begitulah.
Menguatkan hati lagi dan lagi, serta mencari cara yang berbeda untuk menghadapi si masalah, kadang bikin saya super capek. Ketika saya sudah benar-benar bengong dan nggak tahu harus gimana, sering saya diam dan sengaja untuk menjauhkan diri dari keramaian.
Sering, saya ulangi, sering sekali saya membenci diri saya yang sedemikian. Bisa jadi motivasi untuk berubah sih, tapi kadang perasaan itu yang menggiring saya masuk sumur penyesalan dan nggak keluar-keluar.
Alhamdulillah, selalu saja ada cara-nya Allah SWT untuk mengingatkan. Untuk mengajak saya berfikir, untuk menguatkan kaki dan tangan saya agar bisa memanjat keluar dari sumur tersebut.
Saya yakin, besok-besok kalau ketemu dengan masalah besar yang asing saya bakal merasa begitu lagi. Dan saya yakin, saya akan menyalah-nyalahkan diri saya yang nggak mampu untuk menyelesaikan, kemudian pergi menghilang dari banyak orang dan sembunyi di sumur penyesalan.
Tapi sekarang saya sudah bisa menerimanya.
Dengan bantuan Allah SWT melalui orang-orang yang saya sayangi, saya pasti bisa melalui semua keadaan tersulit.
Saya bukan orang yang mudah dipahami, pun saya maklum bila enggan memahami. Karena itu, untuk semua yang sudi berusaha memahami dan setia menemani, saya mengucapkan terima kasih. Kalian mungkin bukan yang terbaik, tapi kalian sungguh berarti.

Saya bukan apa-apa bila tidak bisa beradaptasi (Sheldon Cooper)

Advertisements

2 thoughts on “Menerima

  1. Blog ku lebih ancur lagi, yang ditulis ga ada meaningnya, apalagi akhir2 ini uda ga pernah nulis. Maksain nulis walo cuma 2-3 kalimat. Buat latihan, sebelum latihan sesungguhnya (nulis paper) *kapan ya*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s