Curhat Ph. D (7): Que sera sera :)

Assalamu’alaikum warrahmatullah wabarakaatuh

Buat saya yang terbiasa tegas dalam segala hal, terlihat lemah adalah hal yang menakutkan. Saya tidak terbiasa memperlihatkan kelemahan, ketakutan dan ketidak mampuan saya kepada orang banyak. Namun, setelah dipikir-pikir, toh saya juga tidak berniat mengintimidasi orang lain. Dengan excuse tersebut saya sengaja mem-publish tulisan ini

Curhat Ph. D hari ini, disponsori oleh ketakutan saya akan banyak hal, spesifiknya hal-hal yang hanya Allah-lah yang berkuasa atasnya.

Cita-cita keluarga kami adalah menjadi insan yang berguna bagi masyarakat

Duh

I mean, who doesn’t think like that?

Hampir semua orang yang saya kenal, memiliki cita-cita yang kurang lebih sama. Ingin menjadi dokter, supaya bisa mengobati orang sakit. Ingin menjadi engineer, supaya berpartisipasi dalam pembangunan dan kemajuan bangsa. Ingin menjadi presiden karena ingin menyelamatkan negara dari kehancuran (misalnya). Dan beberapa hal lain yang semisal. Karena itulah, mereka semua belajar mati-matian supaya jadi excellent di bidangnya, agar bisa berkontribusi lebih banyak. Dan jujur, hal itu membuat saya iri.

Iya, iri

Saya memang belajar bidang teknik sipil selama 10 tahun belakangan. 10 tahun teman-teman, iya, 10 tahun. 1 dekade saya belajar ilmu yang saya sendiri nggak tahu, setelah perjalanan ini selesai saya mau kemana. Oh, iya, memenuhi janji kemerdekaan which is mencerdaskan kehidupan bangsa juga salah satu cita-cita saya. Sempat terbersit menjadi dosen, balik ke almamater, as they expected. But, is it good enough? I mean, will I do my best there? Sementara sudah jadi rahasia umum, kerjaan dosen (apalagi di universitas negeri) nggak hanya mengajar tapi juga yang lainnya. Lainnya itu bisa berupa pekerjaan administrasi atau jadi panitia-panitia di acara kampus. Ceperan banyak sih, but money isn’t center of my life. Dan apakah badan saya kuat diajak kerja seperti itu? Apa saya yakin, nantinya tidak mengabaikan suami dan anak dirumah?

Kemudian papa mengusulkan jadi konsultan. But who wanted to consult to a girl who doesn’t even know what is the real construction’s life looks like? I learned through books, slide, paper and so on, but never put my finger on a bad concrete and said “Man, you should’ve known this will going bad, change it!”. I can’t give a command to bunch of men because I don’t want to stay too long among them. I am a proud moslemah. I can’t put off my skirt and change it to trousers just to make a roll of bucks. Nggak mungkin saya mengajari princess-princess kecil saya tentang hijab syar’i kalau pakaian yang saya pakai tidak mencerminkan hal tersebut.

And then, here comes my new hobby.

Reselling things.

Jadi sebenarnya ini agak lucu untuk diceritakan. Hobi saya adalah belanja. Dan sesungguhnya saya nggak suka berjualan karena jualan itu harus pandai berhitung, pandai mengatur barang, pandai mengatur kualitas, pandai promosi dan pandai menjaga nama baik. But, it’s turned out one decade of studying civil engineering change my personality completely. Nggak sadar, tahu-tahu hal-hal yang nggak saya suka bisa saya kerjakan dengan otomatis. When people ask “How did you do that?”, saya hanya mengedikkan bahu dan tersenyum. It’s just happened. Apalagi 5 tahun belakangan saya belajar tentang manajemen konstruksi. Belajar tentang life-cycle cost, tentang kontrak, tentang fixed price dan unit price, tentang resources management, tentang risk management, tentang bagaimana meyakinkan owner saat lelang, semua terpakai dalam hobi baru saya ini. Bahkan ilmu dasar mekanika teknik tentang beban terpusat dan beban terbagi rata, terpakai saat saya mengepak barang yang akan dikirim. Lucu ya?

Jadi, inikah yang akan saya lakukan di masa depan?

Menjadi dosen atau konsultan itu berarti tidak membuang ilmu yang saya pelajari selama 10 tahun. Dan papa tidak akan khawatir tentang hidup saya ke depan karena kedua profesi tersebut menjanjikan. Tapi sesungguhnya, saya ingin melakukan hal-hal yang saya suka, dan membuatnya menghasilkan. Tapi, apa kabar dengan bermanfaat bagi orang banyak?

😦

Mendapatkan ijasah S3 itu suatu kebanggaan. Bisa belajar dan dapat beasiswa sampai korea memang bergengsi. Tapi di kepala saya, menjadi seorang Ph.D yang sia-sia ilmunya itu lebih memalukan daripada nggak lulus Ph.D lho. Seriusan. Papa selalu meyakinkan untuk berusaha dengan sungguh-sungguh, belajar dengan baik, dan mengusahakan segalanya. Try my best till the end. Papa selalu meyakinkan bahwa urusan masa depan adalah urusan Allah, kita tidak memiliki kuasa apapun bahkan untuk sekedar melihat ujung dari masa depan itu. Dan itulah yang saya risaukan. Unknowing is scary.

Sempat saya berpikir, being a good wife/mother might be the best for me, in the end I am just a woman.

Hingga saya berdiskusi dengan teman-teman saya. Sebenarnya di dalam islam, kita diajarkan untuk menjadi seseorang yang excellent. Good is not enough, we should be excellent. Rasulullah bersabda dalam hadist riwayat Aisyah RA “Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” Kontinuitas, akan membuat kita menjadi yang terbaik dalam amalan tersebut. Amalan nggak sekedar sholat, tapi juga hal-hal lain seperti bekerja, belajar bahkan menjadi ibu rumah tangga. Put 100% effort to every single thing is important supaya kita bisa tetap istiqomah. Karena pada akhir doa dan usaha, ada tawakkal, yaitu berserah diri. Masa depan Allah-lah yang mengatur dan menentukan. Bila saya tidak diijinkan melihat ujung jalan ini, bisa jadi itulah yang terbaik. Bisa jadi, sebenarnya ujung tersebut akan terlihat sedikit lagi, saya hanya tinggal nge-gas sekali, dua kali atau tiga kali. Teman-teman berpesan untuk selalu berbaik sangka pada Allah, bahwa apa yang terjadi adalah demi kebaikan. Saya hanya disuruh berusaha sekuat tenaga dan berdoa tentunya, tidak lebih.

 “perhaps you could be a great lecturer, perhaps you could be the best consultant, perhaps you will make a business kingdom with your own hand, who knows? Just keep trying your best. Whatever it is that put in front of your face, just do the best! Do you know that you can reselling things like this last year? Do you know that you will become a part of Aku&Al-Qur’an management? Do you know that you almost done memorizing juz ‘amma? Do you even know that you’ll going here to study when you enter college? You don’t, right?! You just do the best, and Allah make ways for you. You just keep du’a and Allah do miracles on you, Ludi”, they said.

And that time I realize, that what are we do as a human. And I AM a human.

Yes, I am planning things. I always do. I also planning everything that I don’t know when it will happen (like planning my wedding reception or even what kind of job should I pick when I get married and become a mother, even when I have no description of my future partner). It is good, and it is work on me, but it also make me worry because sometimes my plans linked each other. I am being too far, too much far. And I know I have to stop it. Lagipula, saya harus mengajarkan anak-anak saya untuk bekerja keras. Nggak lucu kan kalau saya bilang “Do your best honey, I know you can do it!” dan anak saya bilang “But, mom, you never finishing your job/work/study”. Haha, serem ah.

Alhamdulillah, Allah membukakan mata hati saya. Memang akan lebih baik bagi saya untuk tidak melihat ujung perjalanan, karena bisa jadi ada hal-hal yang harus saya kuasai sebelum memutuskan.

 Teaching?

Consulting?

Business-ing?

 Que sera sera. Whatever will be, will be.

I’ll make a promise to give the best effort in everything, and let Allah show me the way 🙂

Salam-jumat ini mulai dingin lagi, padahal udah berharap menyambut spring yang hangat

-Ludi-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s