The Chronicle of “Setia Rasa”

Assalamualaikum Warrahmatullah Wabarakaatuh,

Sebagai perantau yang nggak bisa makan sembarangan, kami para muslim Indonesia lebih memilih masak sendiri ketimbang makan diluar. Lebih hemat dan halal. Lantas yang nggak bisa masak bagaimana? Bisa pesan catering ke “Setia Rasa” kami tentunya.

Sejarah “Setia Rasa” (SR) tidak bisa dipisahkan dari eksistensi Adhit sebagai kepala chef kami. Karena sejatinya SR adalah nama dari rumah makan yang dikelola oleh orang tua kepala chef kami tersebut. Ketika usaha catering kami yang tadinya untuk membantu menyokong hajat hidup para penghuni dorm yang butuh makanan halal ini semakin meluas, kami putuskan untuk menggunakan nama SR sebagai merk dagang kami, karena memang si kepala chef ini yang banyak berperan.

Saya sudah bercerita bahwa saya hidup berempat dengan empat teman yang lain di sebuah rumah kontrakan. Kami berempat juga turut andil dalam bisnis SR ini karena si kepala chef dan dua orang lainnya mengontrak di sebelah rumah. Yang perempuan membantu belanja dan memotong sayuran di (karena cowok-cowok susah sekali disuruh beginian), memotong sayur biasanya dilakukan di rumah kami. Setelah dipotong dan dibersihkan, kepala chef akan mengolah di rumahnya sampai masakan-masakan tersebut jadi. Setelah semua masakan siap, masakan tersebut dibawa ke rumah kami untuk digarnish dan dibungkus. Dan cowok-cowok yang nggak masak tadi biasanya akan kebagian tugas untuk cuci piring atau delivery. Seru ya?

Walaupun usaha ini prinsipnya adalah kekeluargaan dan gotong royong, tapi kami sudah memiliki job description yang tidak tertulis. Seperti siapa yang memikirkan menu, siapa yang menghitung harga, siapa yang mengelola modal dan laba, dan tentunya siapa saja yang menjadi pembantu umum untuk memasak. Hampir setahun saya disini, pangkat saya di SR masih belum bisa naik dari posisi pembantu umum, karena memang si kepala chef lebih jago masak daripada saya. Hehe.

Nama SR juga tercetus begitu saja ketika kami sedang asyik mengobrol. Tapi lama kelamaan, kami memutuskan untuk membuat logo dan menulis nama “Setia Rasa cabang Busan” di kotak makan catering kami. Konyol sih, tapi siapa tau besok-besok jadi paten beneran. Setuju?

Terjun dalam dunia catering, membuat yang perempuan-perempuan hobi untuk eksperimen masakan baru sebagai masukan untuk menu kepada kepala chef. Karenanya, kami sering bergurau bahwa suatu saat akan ada “Setia Rasa Bakery”, “Setia Rasa Café”, atau “Setia Rasa Supermarket” karena saking banyaknya produk yang bisa kami jual selama menjalankan catering ini. Saya pribadi sih, kalau bisa ingin membuat franchise SR dan memasarkannya di seluruh Indonesia. Haha. Mungkin nanti ya, kalau sudah pulang ke Indonesia.

Seandainya benar-benar terwujud, pasti akan seru sekali ^_^

Salam Setia Rasa,

-Ludi-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s